Saturday, July 11, 2015

Solusi Ejakulasi Dini

Tidak sedikit gagalnya dalam sebuah hubungan rumah tangga dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan seks yang dicetus oleh kondisi ejakulasi dini. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan ejakulasi dini? Simak selengkapnya artikel ini.

Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.
Penelitian terakhir menyebutkan bahwa ejakulasi dini adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi secara seksual maupun emosional. Namun harus dievaluasi lagi, bahwa  ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit tetap 'senang' saja karena pasangannya terpuaskan, sedangkan ada pria yang ejakulasi dalam 10 menit yang merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya.
Penyebab dari ED harus dicari terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis.
ED sendiri terbagi atas primer (ED terjadi dari awal postpubertas) atau sekunder (sebelumnya ejakulasi normal dan tiba-tiba menjadi ED). Penyebab dari ED ini sebaiknya Anda cari dan kenali agar penatalaksanaan yang dilakukan dapat tuntas.
Sebelum membahas penanganan ejakulasi dini, ada baiknya perlu dipahami terlebih dahulu kenapa ejakulasi dini dapat terjadi. Berikut penjelasannya:

 Definisi Ejakulasi Dini 

 

 

Penyebab Ejakulasi Dini

Jadi apa sebenarnya yang menjadi biang kerok ejakulasi dini?

Penyebab dari ejakulasi dini terbagi atas primer dan sekunder.  Primer dalam artian gangguan ini terjadi pada pria sejak dia mulai aktif secara seksual (post-pubertas). Penyebab sekunder berarti  kondisi ini terjadi pada individu yang sebelumnya mampu mengontrol ejakulasinya dan tanpa sebab yang jelas, dia mulai mengalami ejakulasi dini.
  • Penyebab ED primer dapat terjadi pada pria yang tidak pernah memiliki hubungan seksual tanpa mengalami ejakulasi dini. Hal ini umumnya dapat terjadi karena gangguan emosional atau penyebabnya dapat multipel. Penyebab lainnya adalah kecemasan ketika berhubungan seksual yang berkaitan dengan trauma seksual (pelecehan seksual, insest)
  • Penyebab ED sekunder dapat berkaitan dengan beberapa penyebab baik organik, zat, atau psikis dimana kecemasan merupakan penyebab terbanyak
Respon seksual manusia terbagi atas 3 fase yaitu libido (hasrat/birahi), perasaan terangsang, dan orgasme (klimaks). The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition (DSM-IV) mengklasifikasikan gangguan seksual menjadi 4 kategori :
  • Primer
  • Berkaitan dengan gangguan kesehatan (organik)
  • Dipengaruhi oleh obat-obatan
  • Tidak spesifik
Masing-masing kategori DSM IV mnegklasifikasikan gangguan tersebut pada ketiga fase seksual atau gangguan pada libido, perasaan terangsang, dan orgasme. Pada beberapa pria, ejakulasi dini dapat berakibat terhadap disfungsi ereksi.
Mengapa hal demikian bisa terjadi? Berikut penjelasannya:

Penyebab Terjadi Ejakulasi Dini: Psikologi

Ejakulasi dini untuk pertama kali paling banyak dikategorikan sebagai non-spesifik (berdasarkan DSM IV) dimana tidak ada seorang pun yang mengetahui penyebabnya dan faktor psikologis dicurigai menjadi penyebab utama dari ED. Penyakit yang melibatkan saluran reproduksi pria (gangguan organik) atau pengaruh obat-obatan jarang sekali menjadi penyebab dari ED.
Apabila ED terjadi sebelum penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) pada pasangan yang mengharapkan kehamilan, maka tidak mungkin kehamilan dapat terjadi kecuali dengan inseminasi buatan. Hal ini akan mengakibatkan gangguan emosi dan psikis bagi pasangan tersebut.

Salah satu teori mengapa gangguan psikologis dikatakan sebagai penyebab utama dikondisikan karena adanya tekanan sosial untuk mencapai klimaks dalam waktu singkat. Sebagai contoh, penyebab dasar ED dapat berkaitan dengan ketakutan tertangkap sedang masturbasi saat remaja atau dapat berhubungan dengan pengalaman seksual pertama sebelum pernikahan (di rumah pacar, hotel, mobil) yang berkaitan dengan ketidaknyamanan dan perasaan bersalah. Pola ini akan sulit dirubah setelah pria tersebut menikah.

Penyebab Ejakulasi Dini: Aspek Kejiwaan

Terlebih lagi adanya fakta bahwa terangsangnya seorang wanita serta orgasme wanita lebih lama dan lebih sulit daripada pria. Hal ini akan menimbulkan perasaan ejakulasi dini bagi pria yang orgasme lebih cepat daripada pasangannya.
Perasaan takut ditolak, ketakutan akan menyakiti pasangan seksual atau penisnya sendiri, serta kekhawatiran akan terjadinya kegagalan merupakan faktor psikis penyebab terjadinya ED.

Beberapa peneliti menemukan perbedaan antara waktu laten dan perbedaan homon pada pria dengan ED dan pria normal. Teori tersebut mengatakan bahwa beberapa pria memiliki sensitivitas berlebih (oversensitif) atau hipereksitabilitas (mudah terangsang) dari alat kemaluan mereka yang mencegah berkurangnya aktivitas simpatis dan mempercepat terjadinya ejakulasi. Pria dengan hipereksitabilitas akan mudah mengalami ED.


 



Friday, July 10, 2015

Olahraga Untuk Atasi Ejakulasi Dini

Semua orang tahu bahwa olahraga sangat baik untuk tubuh. Namun tahukah Anda bahwa olahraga juga dapat mempengaruhi mood sampai memperbaiki kehidupan seks Anda? Simak penjelasannya di bawah ini

Semua orang tahu bahwa olahraga sangat baik untuk tubuh. Namun tahukah Anda bahwa olahraga juga dapat mempengaruhi mood sampai memperbaiki kehidupan seks Anda? Olahraga dapat meningkatkan stamina dan orgasme yang lebih baik. Jika Anda malas berolahraga, mungkin hal ini bisa dijadikan alasan Anda untuk berolahraga lebih rutin.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard pada 31.000 pria, mereka yang aktif berolahraga memiliki risiko disfungsi ereksi  30% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah berolahraga.
Studi lainnya, yang dilakukan oleh University of British Columbia menunjukkan bahwa olahraga rutin yang dilakukan selama minimal 20 menit dapat meningkatkan rangsangan seksual pada wanita.
Selain itu, olahraga secara umum dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa lebih menarik secara fisik (memiliki daya tarik seksual). Disamping itu, keuntungan olahraga yang secara umum membuat daya tahan stamina menjadi lebih baik, demikiannya dapat membantu ejakulasi dini.
  
Olahraga Apa yang Paling Baik? 

  • Jenis olahraga yang disarankan adalah aerobic atau olahraga yang memacu kerja jantung seperti berlari, berenang, sepak bola, basket. Olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke otak, jantung, dan seluruh organ tubuh.
  • Olahraga angkat beban dan jenis olahraga yang bertujuan memperkuat otot dikatakan dapat meningkatkan rangsang seksual dan performa saat berhubungan seksual. Anda dapat melakukan pushup, deadlift, dan latihan untuk memperkuat otot perut. Otot perut merupakan otot yang paling banyak digunakan saat melakukan hubungan seksual.
  • Yoga dapat melatih konsentrasi, merelaksasi tubuh, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh dalam mencoba posisi baru dengan pasangan Anda.
Olahraga membantu Anda menekan stres dan depresi. Dimana stres dan depresi sendiri diyakini sebagai salah satu pemicu ejakulasi dini.
Intinya, olahraga dapat meningkatkan rasa percaya diri, daya tahan tubuh, menjaga penampilan, memperbaiki mood, meningkatkan stamina dan energi – semua ini merupakan resep untuk mendapatkan kehidupan seks yang berkualitas.

Senam Kegel untuk Pria

Senam Kegel untuk Pria

 Senam Kegel tidak hanya untuk wanita. Pria juga dapat melakukan dan mendapatkan manfaatnya untuk kekuatan otot panggul. Simak disini selengkapnya

Banyak faktor yang dapat melemahkan otot dasar panggul, misalnya: prostatektomi radikal (operasi pengambilan prostat), diabetes mellitus dan gangguan pada kandung kemih.
Kelak Anda akan merasakan manfaat senam kegel jika Anda pernah mengalami masalah berikut ini:
  • Memiliki inkontinensia urin atau fekal (tidak mampu menahan BAK atau BAB)
  • Kebocoran urin (adanya urin yang menetes setelah BAK)
Bagaimana melakukan senam kegel
  • Temukan otot yang tepat  Untuk mengidentifikasi otot dasar panggul, cobalah menghentikan urin saat BAK atau kencangkan otot-otot yang mencegah Anda untuk buang gas. Jika Anda mengencangkan otot-otot dasar panggul saat melihat cermin, dasar penis Anda akan naik mendekati perut dan testis Anda juga akan naik.  
  • Sempurnakan teknik Anda Saat Anda sudah berhasil mengidentifikasikan otot-otot dasar panggul Anda, kosongkan kandung kemih dan berbaringlah dengan kaki ditekuk dan posisi mengangkang. Kencangkan otot-otot dasar panggul Anda, tahan kontraksi selama 3 detik dan relaksasi selama 3 detik. Ulangi beberapa kali. Ketika otot-otot Anda sudah semakin kuat, lakukan senam kegel ini sewaktu duduk, berdiri atau berjalan.
  •  Fokus Untuk hasil yang maksimal, fokuskan untuk mengencangkan hanya otot-otot dasar panggul Anda. Hindari menhan nafas dan bernafaslah seperti biasa. 
  • Ulangi 3x sehari Ulangi hingga 3 set dengan 10 kali pengulangan sehari.

    Jadikan aktivitas ini sebagai bagian dari rutinitas Anda, misalnya:
    • Lakukan senam kegel saat Anda melakukan aktivitas rutin seperti menggosok gigi
    • Lakukan setelah Anda usai berkemih atau BAB
    • Kontraksikan otot-otot dasar panggul Anda sebelum dan saat melakukan aktivitas yang memberikan tekanan pada perut Anda, seperti: bersin, batuk, tertawa atau mengangkat benda berat
    • Kencangkan otot-otot dasar panggul Anda secara ritmis saat melakukan aktivitas seksual agar menjaga ereksi lebih lama dan memperlambat terjadinya ejakulasi 

      Rasakan manfaatnya 

      Jika Anda melakukan senam kegel secara rutin, Anda akan merasakan hasilnya, seperti berkurangnya kebocoran urin, dalam kurun 3-6 minggu. Untuk merasakan manfaat yang lebih permanen, jadikan senam kegel sebagai bagian dari aktivitas rutin Anda.


    Cara Alami Mengatasi Ejakulasi Dini

    penanganan untuk masalah ejakulasi dini bagi pria. Berikut jurusnya

    Ejakulasi Dini (ED) merupakan salah satu kasus gunung es dimana hanya sedikit pria yang berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi masalahnya karena malu atau tidak percaya diri. ED terjadi pada 30% pria atau dalam kata lain 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini. Jumlah yang tersebut pun belum termasuk mereka yang tidak melaporkan gangguan ini ke dokter karena alasan diatas, yang berarti sebenarnya masih lebih banyak lagi pria yang mengalami ejakulasi dini dan tidak terdeteksi.
    Definisi ejakulasi Dini berdasarkan American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (DSM-IV) berarti ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, sebelum atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan. Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh obat-obatan dan akan mengakibatkan gangguan emosi dan psikis bagi kedua belah pihak.
    Jadi apa penyebab ejakulasi sebenarnya? Berikut penjelasannya:

    Penyebab Ejakulasi Dini

    Sebagian besar kasus ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

    Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

    Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya. 

    Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah: 

    1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
    2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria 
    3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
    4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)
    5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini: 
    •  Terapi seksual Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

    Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.
    Komunikasi dalam hal ini antara lain mencakup mengenai puas-tidaknya hubungan seksual antara pasutri tersebut, apa yang diinginkan atau tidak, atau bahkan hal-hal di luar hubungan seksual. Komunikasi adalah jembatan penghubung antara pasutri dan merupakan obat yang cukup mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini.

     

    Hilangkan Frustasi Akibat Ejakulasi Dini

    Pekerjaan kantor tidak beres, maunya marah-marah terus adalah kondisi Doni akhir-akhir ini akibat dari masalah 'ranjang' yang dialaminya. Doni merasa sedih karena tidak mampu memuaskan

    Pekerjaan kantor tidak beres, maunya marah-marah terus adalah kondisi Doni akhir-akhir ini akibat dari masalah ‘ranjang’ yang dialaminya. Doni merasa sedih karena tidak mampu memuaskan sang istri akibat dari masalah Mr.P yang hanya dalam beberapa kali ‘gesek’ dan sang sperma dengan lancarnya keluar. Dulu Doni mampu melakukan penetrasi dan ejakulasi dalam waktu yang cukup lama. Namun entah kenapa sekarang rasanya sulit sekali ‘menahannya’ agar tidak keluar. Ejakulasi dini dalam taraf ringan banyak dialami oleh teman, keluarga, atau suami kita sendiri.
    Ejakulasi Dini (ED) adalah suatu kondisi ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu yang singkat dengan rangsangan minimal, dan terjadi sebelum kedua pasangan tersebut menginginkannya. Hal ini menghindari spesifikasi waktu lamanya ejakulasi dan terjadinya orgasme karena hal tersebut sangat subjektif dan tergantung masing-masing individu.
    Ejakulasi dini yang hanya terjadi sekali-sekali bukanlah suatu masalah yang patut diwaspadai. Ejakulasi prematur normal dialami bagi mereka yang baru berhubungan seksual pertama kali. Hal ini juga normal bagi pria yang sudah lama tidak ejakulasi. Kehilangan kontrol sekali-sekali bukan berarti  bahwa pria tersebut memiliki masalah seksual.
    Seorang pria dikatakan menderita ejakulasi dini apabila lebih dari 50% aktivitas seksual yang dilakukannya diikuti dengan ejakulasi sebelum waktunya (sesuai definisi di atas). ED banyak terjadi pada pria muda berusia 18-30 tahun namun juga dapat terjadi sekunder pada pria usia 45-65 tahun.
    Ejakulasi dini merupakan masalah seksual yang dialami oleh sekitar 30 – 40% pria atau dalam kata lain 1 dari 3 pria mengalami ejakulasi dini. Hal ini ditandai dengan tidak adanya kontrol terhadap ejakulasi yang terjadi. Ejakulasi dini adalah gangguan seksual yang umum terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun namun dapat diatasi dengan pengobatan.
    Sayangnya banyak pria merasa malu untuk berbicara ke dokter mengenai kondisi mereka atau tidak mau mencari pengobatan karena merasa tidak ada obat untuk masalah yang mereka alami. Padahal, hubungan seksual yang tidak sesuai dengan keinginan merupakan masalah yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.
    Ejakulasi dini sendiri dapat membuat pasangan menjadi tidak bahagia dan frustasi. Hal ini juga akan mengganggu kepercayaan diri seorang pria. Pada kasus berat, ejakulasi dini dapat mengganggu pernikahan.